Skip to content
Text size 100%
Translation comparison

Compare Al-Waqi'ah Quran translations

Compare up to three verified translation editions verse by verse, including editions in two different languages.

Indonesian editions (choose up to 3)

Changing languages or editions keeps the current surah and verse.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ ﴿1﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿2﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

خَافِضَةٌۭ رَّافِعَةٌ ﴿3﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّۭا ﴿4﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّۭا ﴿5﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

فَكَانَتْ هَبَآءًۭ مُّنۢبَثًّۭا ﴿6﴾

Quraish Shihab

[[56 ~ AL-WAQI'AH (HARI KIAMAT) Pendahuluan: Makkiyyah, 96 ayat ~ Surat ini diawali dengan penjelasan tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada hari itu yang dilanjutkan dengan penjelasan bahwa manusia, pada hari itu, terbagi ke dalam tiga golongan. Diikuti, kemudian, dengan penjelasan rinci tentang kenikmatan dan siksan yang sesuai dengan kadar kesalehan dan kekafiran masing-masing golongan. Ayat-ayat selanjutnya memaparkan beberapa bentuk karunia Allah, wujud nyata kemahakuasaan-Nya yang ada pada ciptaan-Nya seperti tanaman, air dan neraka, sehingga menjadikan-Nya pantas untuk dipuji dan disucikan. Ayat-ayat dalam surat ini juga bersumpah atas kedudukan al-Qur'ân yang harus disucikan dan mencela sikap orang-orang kafir yang mendustakannya. Padahal seharusnya mereka bersyukur. Setelah itu, surat ini membicarakan secara global tiga golongan yang telah disebut secara rinci di muka beserta kenikmatan dan siksaan yang berhak diterima oleh masing-masing. Surat ini ditutup dengan penegasan bahwa apa yang ada dalam surat ini merupakan keyakinan yang jelas dan kebenaran yang tetap sehingga Allah pantas untuk disucikan.]] Apabila hari kiamat terjadi, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. Kiamat itu merendahkan orang-orang yang sengsara dan meninggikan orang-orang yang bahagia. (1) Ayat ini menjelaskan betapa dahsatnya bencana yang menimpa alam ini pada hari kiamat. Di antaranya adalah bencana alam yang berdampak pada bumi dan lapisan-lapisannya. Bumi yang kita huni ini pada hakikatnya tidak tetap dan seimbang. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan batu yang bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Terkadang lapisannya tidak sama dengan sebelahnya sehingga membentuk apa yang disebut dengan rongga geologi di banyak tempat. Rongga-rongga inilah yang sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, menjadi pusat terjadinya gempa berskala besar. Itu dimungkinkan karena rongga-rongga itu berada di bawah pengaruh daya tarik-menarik yang sangat kuat yang terjadi saat lapisan-lapisan tanah itu terbelah. Maka, apabila kekuatan ini tidak seimbang akibat pengaruh faktor-faktor eksternal lainnya, akan terjadi hentakan yang sangat kuat mengakibatkan goncangan bumi yang dapat menghancurkan permukaan bumi terdekat dari pusat gempa. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sains tidak jauh dari sudut pandang agama. Sebab, mungkin saja Allah menciptakan hukum alam yang demikian banyak dan beragam itu meyatu pada suatu hukum yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Dengan begitu, reaksinya yang dahsyat akan merupakan penyebab langsung bagi hancurnya dunia. Dari situ, penafsiran ayat ini dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan berjalan seirama dengan ayat-ayat yang mengingatkan betapa besarnya bencana yang akan terjadi itu. Semuanya akan terjadi bila Allah berkehendak memusnahkan.

وَكُنتُمْ أَزْوَٰجًۭا ثَلَٰثَةًۭ ﴿7﴾

Quraish Shihab

Pada hari itu, berdasarkan amal perbuatan kalian, kalian semua menjadi tiga golongan.

فَأَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ ﴿8﴾

Quraish Shihab

Pertama, golongan kanan yang mempunyai kedudukan tinggi. Alangkah mulianya kedudukan golongan itu! Kedua, golongan kiri yang merupakan golongan terendah. Alangkah buruknya keadaan mereka!

وَأَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ ﴿9﴾

Quraish Shihab

Pertama, golongan kanan yang mempunyai kedudukan tinggi. Alangkah mulianya kedudukan golongan itu! Kedua, golongan kiri yang merupakan golongan terendah. Alangkah buruknya keadaan mereka!

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ ﴿10﴾

Quraish Shihab

Ketiga, orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia di garis terdepan. Mereka itulah orang-orang yang terlebih dahulu akan memperoleh derajat yang tinggi di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلْمُقَرَّبُونَ ﴿11﴾

Quraish Shihab

Ketiga, orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia di garis terdepan. Mereka itulah orang-orang yang terlebih dahulu akan memperoleh derajat yang tinggi di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿12﴾

Quraish Shihab

Ketiga, orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia di garis terdepan. Mereka itulah orang-orang yang terlebih dahulu akan memperoleh derajat yang tinggi di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

ثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿13﴾

Quraish Shihab

Orang-orang yang terdekat itu adalah sekelompok besar umat-umat terdahulu bersama nabi mereka masing-masing dan sedikit dari umat Muhammad, jika dibandingkan dengan jumlah mereka.

وَقَلِيلٌۭ مِّنَ ٱلْءَاخِرِينَ ﴿14﴾

Quraish Shihab

Orang-orang yang terdekat itu adalah sekelompok besar umat-umat terdahulu bersama nabi mereka masing-masing dan sedikit dari umat Muhammad, jika dibandingkan dengan jumlah mereka.

عَلَىٰ سُرُرٍۢ مَّوْضُونَةٍۢ ﴿15﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di atas dipan yang dihiasi dengan permata-permata yang indah sambil bertelekan dengan tenang. Wajah mereka berhadap-hadapan sebagai tanda bertambahnya kecintaan.

مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيْهَا مُتَقَٰبِلِينَ ﴿16﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di atas dipan yang dihiasi dengan permata-permata yang indah sambil bertelekan dengan tenang. Wajah mereka berhadap-hadapan sebagai tanda bertambahnya kecintaan.

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٰنٌۭ مُّخَلَّدُونَ ﴿17﴾

Quraish Shihab

Mereka dikelilingi oleh dua anak yang selalu muda yang siap melayani mereka dengan membawa ceret dan sloki yang dipenuhi dengan minuman surga. Mereka juga membawa gelas yang penuh dengan khamar dari mata air yang mengalir.

بِأَكْوَابٍۢ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍۢ مِّن مَّعِينٍۢ ﴿18﴾

Quraish Shihab

Mereka dikelilingi oleh dua anak yang selalu muda yang siap melayani mereka dengan membawa ceret dan sloki yang dipenuhi dengan minuman surga. Mereka juga membawa gelas yang penuh dengan khamar dari mata air yang mengalir.

لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ ﴿19﴾

Quraish Shihab

Mereka yang meminumnya tidak akan merasa pusing dan mabuk, dan tidak akan hilang akal.

وَفَٰكِهَةٍۢ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿20﴾

Quraish Shihab

Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan lihat, dan daging burung yang mereka inginkan.

وَلَحْمِ طَيْرٍۢ مِّمَّا يَشْتَهُونَ ﴿21﴾

Quraish Shihab

Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan lihat, dan daging burung yang mereka inginkan.

وَحُورٌ عِينٌۭ ﴿22﴾

Quraish Shihab

Di sana juga terdapat wanita-wanita yang bermata lebar. Kebeningan dan keanggunannya bagaikan mutiara yang terlindungi. Balasan ini diberikan kepada mereka yang berbuat saleh di dunia.

كَأَمْثَٰلِ ٱللُّؤْلُؤِ ٱلْمَكْنُونِ ﴿23﴾

Quraish Shihab

Di sana juga terdapat wanita-wanita yang bermata lebar. Kebeningan dan keanggunannya bagaikan mutiara yang terlindungi. Balasan ini diberikan kepada mereka yang berbuat saleh di dunia.

جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿24﴾

Quraish Shihab

Di sana juga terdapat wanita-wanita yang bermata lebar. Kebeningan dan keanggunannya bagaikan mutiara yang terlindungi. Balasan ini diberikan kepada mereka yang berbuat saleh di dunia.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا تَأْثِيمًا ﴿25﴾

Quraish Shihab

Di dalam surga, mereka tidak mendengar ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat dan perbincangan yang menimbulkan dosa bagi pendengarnya, selain ucapan sesama mereka, "Kami sampaikan salam sejahtera."

إِلَّا قِيلًۭا سَلَٰمًۭا سَلَٰمًۭا ﴿26﴾

Quraish Shihab

Di dalam surga, mereka tidak mendengar ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat dan perbincangan yang menimbulkan dosa bagi pendengarnya, selain ucapan sesama mereka, "Kami sampaikan salam sejahtera."

وَأَصْحَٰبُ ٱلْيَمِينِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْيَمِينِ ﴿27﴾

Quraish Shihab

Mengenai golongan kanan, tidak ada seorang pun yang tahu ganjaran golongan kanan.

فِى سِدْرٍۢ مَّخْضُودٍۢ ﴿28﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

وَطَلْحٍۢ مَّنضُودٍۢ ﴿29﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

وَظِلٍّۢ مَّمْدُودٍۢ ﴿30﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

وَمَآءٍۢ مَّسْكُوبٍۢ ﴿31﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

وَفَٰكِهَةٍۢ كَثِيرَةٍۢ ﴿32﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

لَّا مَقْطُوعَةٍۢ وَلَا مَمْنُوعَةٍۢ ﴿33﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

وَفُرُشٍۢ مَّرْفُوعَةٍ ﴿34﴾

Quraish Shihab

Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

إِنَّآ أَنشَأْنَٰهُنَّ إِنشَآءًۭ ﴿35﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya Kami yang memulai penciptaan bidadari dalam bentuk gadis-gadis perawan. Bidadari tersebut sangat dicintai oleh pasangan-pasangan mereka. Masing-masing dengan umur yang berdekatan. Mereka itu disediakan untuk golongan kanan.

فَجَعَلْنَٰهُنَّ أَبْكَارًا ﴿36﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya Kami yang memulai penciptaan bidadari dalam bentuk gadis-gadis perawan. Bidadari tersebut sangat dicintai oleh pasangan-pasangan mereka. Masing-masing dengan umur yang berdekatan. Mereka itu disediakan untuk golongan kanan.

عُرُبًا أَتْرَابًۭا ﴿37﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya Kami yang memulai penciptaan bidadari dalam bentuk gadis-gadis perawan. Bidadari tersebut sangat dicintai oleh pasangan-pasangan mereka. Masing-masing dengan umur yang berdekatan. Mereka itu disediakan untuk golongan kanan.

لِّأَصْحَٰبِ ٱلْيَمِينِ ﴿38﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya Kami yang memulai penciptaan bidadari dalam bentuk gadis-gadis perawan. Bidadari tersebut sangat dicintai oleh pasangan-pasangan mereka. Masing-masing dengan umur yang berdekatan. Mereka itu disediakan untuk golongan kanan.

ثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿39﴾

Quraish Shihab

Golongan kanan itu adalah kelompok yang banyak dari umat-umat terdahulu dan umat Muhammad.

وَثُلَّةٌۭ مِّنَ ٱلْءَاخِرِينَ ﴿40﴾

Quraish Shihab

Golongan kanan itu adalah kelompok yang banyak dari umat-umat terdahulu dan umat Muhammad.

وَأَصْحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلشِّمَالِ ﴿41﴾

Quraish Shihab

Tentang golongan kiri, tidak ada seorang pun yang tahu azab bagi golongan kiri.

فِى سَمُومٍۢ وَحَمِيمٍۢ ﴿42﴾

Quraish Shihab

Mereka dalam siksaan angin panas yang menembus pori-pori dan mengelilingi mereka. Air yang panas mendidih diminumkan kepada mereka dan dituangkan ke kepala. Mereka berada di bawah naungan asap panas yang hitam, tidak sejuk sehingga dapat meringankan panasnya udara dan tidak menyenangkan bila mereka menghirupnya.

وَظِلٍّۢ مِّن يَحْمُومٍۢ ﴿43﴾

Quraish Shihab

Mereka dalam siksaan angin panas yang menembus pori-pori dan mengelilingi mereka. Air yang panas mendidih diminumkan kepada mereka dan dituangkan ke kepala. Mereka berada di bawah naungan asap panas yang hitam, tidak sejuk sehingga dapat meringankan panasnya udara dan tidak menyenangkan bila mereka menghirupnya.

لَّا بَارِدٍۢ وَلَا كَرِيمٍ ﴿44﴾

Quraish Shihab

Mereka dalam siksaan angin panas yang menembus pori-pori dan mengelilingi mereka. Air yang panas mendidih diminumkan kepada mereka dan dituangkan ke kepala. Mereka berada di bawah naungan asap panas yang hitam, tidak sejuk sehingga dapat meringankan panasnya udara dan tidak menyenangkan bila mereka menghirupnya.

إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿45﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya, dahulu, sebelum mendapatkan azab ini, mereka hidup berlebih-lebihan dalam menikmati kenikmatan dunia serta tidak taat kepada Allah.

وَكَانُوا۟ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلْحِنثِ ٱلْعَظِيمِ ﴿46﴾

Quraish Shihab

Mereka terus menerus melakukan dosa besar. Mereka bersumpah kepada Allah dengan sebenar- benarnya bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.

وَكَانُوا۟ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿47﴾

Quraish Shihab

Dengan mengingkari kebangkitan, mereka berkata, "Apakah, apabila kami mati dan sebagian badan kami menjadi tanah dan sebagian yang lainya menjadi tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ ﴿48﴾

Quraish Shihab

Apakah kami dan nenek moyang kami terdahulu yang telah mati dan telah menjadi tanah yang berserakan di bumi akan dibangkitkan?"

قُلْ إِنَّ ٱلْأَوَّلِينَ وَٱلْءَاخِرِينَ ﴿49﴾

Quraish Shihab

Katakanlah, sebagai jawaban atas keingkaran mereka, "Sesungguhnya orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, termasuk kalian, akan dikumpulkan pada waktu dan hari yang telah ditentukan dan tidak dilampaui oleh seorang pun dari mereka.

لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ ﴿50﴾

Quraish Shihab

Katakanlah, sebagai jawaban atas keingkaran mereka, "Sesungguhnya orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, termasuk kalian, akan dikumpulkan pada waktu dan hari yang telah ditentukan dan tidak dilampaui oleh seorang pun dari mereka.

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلْمُكَذِّبُونَ ﴿51﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya kalian, hai orang-orang yang ingkar terhadap kebenaran dan mendustakan hari kebangkitan, akan memakan buah dari pohon zaqqum. Kalian akan mengisi perut dengan buah itu karena rasa lapar yang sangat.

لَءَاكِلُونَ مِن شَجَرٍۢ مِّن زَقُّومٍۢ ﴿52﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya kalian, hai orang-orang yang ingkar terhadap kebenaran dan mendustakan hari kebangkitan, akan memakan buah dari pohon zaqqum. Kalian akan mengisi perut dengan buah itu karena rasa lapar yang sangat.

فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ ﴿53﴾

Quraish Shihab

Sesungguhnya kalian, hai orang-orang yang ingkar terhadap kebenaran dan mendustakan hari kebangkitan, akan memakan buah dari pohon zaqqum. Kalian akan mengisi perut dengan buah itu karena rasa lapar yang sangat.

فَشَٰرِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْحَمِيمِ ﴿54﴾

Quraish Shihab

Setelah memakan buah itu, kalian meminum air yang sangat panas dan tidak menghilangkan dahaga. Kalian meminumnya dengan sangat banyak seperti seekor unta yang kehausan. Meski demikian, rasa dahaga itu tidak akan hilang."

فَشَٰرِبُونَ شُرْبَ ٱلْهِيمِ ﴿55﴾

Quraish Shihab

Setelah memakan buah itu, kalian meminum air yang sangat panas dan tidak menghilangkan dahaga. Kalian meminumnya dengan sangat banyak seperti seekor unta yang kehausan. Meski demikian, rasa dahaga itu tidak akan hilang."

هَٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ ٱلدِّينِ ﴿56﴾

Quraish Shihab

Aneka macam siksaan yang telah disebutkan itu adalah hidangan yang telah disediakan untuk mereka pada hari pembalasan.

نَحْنُ خَلَقْنَٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ﴿57﴾

Quraish Shihab

Kami mulai penciptaan kalian dari tidak ada. Lalu mengapa kalian tidak mengakui kekuasaan Kami dalam membangkitkan kalian?

أَفَرَءَيْتُم مَّا تُمْنُونَ ﴿58﴾

Quraish Shihab

Apakah kalian melihat air mani yang kalian pancarkan ke dalam rahim? Apakah kalian yang memberikan ukurannya dan menghantarkannya dalam beberapa fase hingga menjadi manusia, ataukah Kami yang menciptakannya?

ءَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلْخَٰلِقُونَ ﴿59﴾

Quraish Shihab

Apakah kalian melihat air mani yang kalian pancarkan ke dalam rahim? Apakah kalian yang memberikan ukurannya dan menghantarkannya dalam beberapa fase hingga menjadi manusia, ataukah Kami yang menciptakannya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ ٱلْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ﴿60﴾

Quraish Shihab

Kami telah menentukan kematian di antara kalian. Kematian itu akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang mengalahkan Kami untuk menggantikan bentuk kalian dengan yang lain. Dan kelak Kami akan menciptakan kalian kembali dalam bentuk yang tidak kalian ketahui.

عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَٰلَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِى مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿61﴾

Quraish Shihab

Kami telah menentukan kematian di antara kalian. Kematian itu akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang mengalahkan Kami untuk menggantikan bentuk kalian dengan yang lain. Dan kelak Kami akan menciptakan kalian kembali dalam bentuk yang tidak kalian ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ ﴿62﴾

Quraish Shihab

Kalian telah meyakini bahwa Allahlah yang menciptakan kalian pertama kali. Maka, apakah kalian tidak ingat bahwa barangsiapa yang kuasa menciptakan yang pertama, maka Dia lebih kuasa untuk menciptakan yang kedua.

أَفَرَءَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ ﴿63﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat apa yang kalian tanam? Kaliankah yang menumbuhkannya, atau hanya Kami?

ءَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلزَّٰرِعُونَ ﴿64﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat apa yang kalian tanam? Kaliankah yang menumbuhkannya, atau hanya Kami?

لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَٰهُ حُطَٰمًۭا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ﴿65﴾

Quraish Shihab

Jika Kami berkehendak, Kami akan menjadikan tanaman itu kering dan rusak sebelum matang. Maka kalian akan terus terheran-heran sambil mengatakan, "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian setelah berusaha keras. Bahkan nasib kami buruk, tidak mendapatkan rezeki."

إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ﴿66﴾

Quraish Shihab

Jika Kami berkehendak, Kami akan menjadikan tanaman itu kering dan rusak sebelum matang. Maka kalian akan terus terheran-heran sambil mengatakan, "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian setelah berusaha keras. Bahkan nasib kami buruk, tidak mendapatkan rezeki."

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿67﴾

Quraish Shihab

Jika Kami berkehendak, Kami akan menjadikan tanaman itu kering dan rusak sebelum matang. Maka kalian akan terus terheran-heran sambil mengatakan, "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian setelah berusaha keras. Bahkan nasib kami buruk, tidak mendapatkan rezeki."

أَفَرَءَيْتُمُ ٱلْمَآءَ ٱلَّذِى تَشْرَبُونَ ﴿68﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat air tawar yang kalian minum? Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya, sebagai perwujudan kasih sayang Kami kepada kalian?(1) (1) Kata al-muzn dalam bahasa Arab berarti 'awan yang menurunkan hujan'. Untuk terjadinya hujan diperlukan keadaan cuaca tertentu yang berada di luar kemampuan manusia, seperti adanya angin dingin yang berhembus di atas angin panas, atau keadaan cuaca yang tidak stabil. Adapun hujan buatan yang kita kenal itu sampai saat ini masih merupakan percobaan yang persentase keberhasilannya masih sangat kecil, di samping masih memerlukan beberapa kondisi alam tertentu juga.

ءَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ ٱلْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنزِلُونَ ﴿69﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat air tawar yang kalian minum? Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya, sebagai perwujudan kasih sayang Kami kepada kalian?(1) (1) Kata al-muzn dalam bahasa Arab berarti 'awan yang menurunkan hujan'. Untuk terjadinya hujan diperlukan keadaan cuaca tertentu yang berada di luar kemampuan manusia, seperti adanya angin dingin yang berhembus di atas angin panas, atau keadaan cuaca yang tidak stabil. Adapun hujan buatan yang kita kenal itu sampai saat ini masih merupakan percobaan yang persentase keberhasilannya masih sangat kecil, di samping masih memerlukan beberapa kondisi alam tertentu juga.

لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنَٰهُ أُجَاجًۭا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ﴿70﴾

Quraish Shihab

Bila Kami menghendaki, niscaya air itu Kami jadikan asin, tidak enak diminum. Tidakkah kalian bersyukur kepada Allah karena telah menjadikan air itu tawar dan enak diminum?

أَفَرَءَيْتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى تُورُونَ ﴿71﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat api yang kalian nyalakan? Kaliankah yang menciptakan kayunya kemudian membubuhinya api, atau Kamikah yang menciptakannya seperti itu?

ءَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنشِـُٔونَ ﴿72﴾

Quraish Shihab

Tidakkah kalian melihat api yang kalian nyalakan? Kaliankah yang menciptakan kayunya kemudian membubuhinya api, atau Kamikah yang menciptakannya seperti itu?

نَحْنُ جَعَلْنَٰهَا تَذْكِرَةًۭ وَمَتَٰعًۭا لِّلْمُقْوِينَ ﴿73﴾

Quraish Shihab

Api itu Kami ciptakan supaya mengingatkan orang yang melihatnya kepada neraka jahanam, di samping agar dimanfaatkan oleh orang yang singgah di padang pasir untuk memasak dan berdiang.

فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ ﴿74﴾

Quraish Shihab

Selalu bertasbihlah kamu dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung untuk menyucikan-Nya dan rasa syukur atas karunia yang besar itu!

۞ فَلَآ أُقْسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ ﴿75﴾

Quraish Shihab

Aku benar-benar bersumpah demi tempat-tempat tenggelamnya bintang-bintang di penghujung malam, yaitu waktu-waktu untuk salat tahajud dan istigfar. Sumpah itu--bila kalian pikirkan kandungannya--sangat penting dan mempunyai pengaruh yang amat dalam. (1) (1) Dua ayat ini menjelaskan betapa pentingnya sumpah yang diucapkan itu. Bintang merupakan benda langit yang bersinar sendiri. Di antara bintang-bintang itu, yang paling dekat dengan planet kita adalah matahari dengan jarak ± 500 tahun cahaya. Sedang bintang yang terdekat berikutnya berjarak ± 4 tahun cahaya. Energi yang kita dapatkan dari matahari merupakan komponen utama kehidupan. Seandainya jarak antara matahari dan bumi lebih jauh atau lebih dekat dari yang ada sekarang, kehidupan ini akan menjadi demikian sulit dan bahkan hampir mustahil. Di samping itu, besar-kecilnya bintang-bintang itu pun beragam pula. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran lebih kecil. Di antara yang berukuran besar itu adalah matahari yang jaraknya dengan bumi seperti yang ada sekarang. Selain itu, terdapat pula gugusan bintang yang disebut tandan, beredar di luar angkasa dan sesekali melintasi galaksi Bimasakti. Pada saat melintasi Bimasakti itu, apabila secara kebetulan gugusan itu menabrak tata surya kita, maka akan terjadi kehancuran. Begitu juga bila terjadi, umpamanya, suatu bintang mendekati matahari, maka akan merusak keseimbangan dan akhirnya membawa kepada kehancuran juga. Dari itu, tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat dijadikan pelajaran tampak pada alam semesta yang Dia ciptakan dan Dia atur.

وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٌۭ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿76﴾

Quraish Shihab

Aku benar-benar bersumpah demi tempat-tempat tenggelamnya bintang-bintang di penghujung malam, yaitu waktu-waktu untuk salat tahajud dan istigfar. Sumpah itu--bila kalian pikirkan kandungannya--sangat penting dan mempunyai pengaruh yang amat dalam. (1) (1) Dua ayat ini menjelaskan betapa pentingnya sumpah yang diucapkan itu. Bintang merupakan benda langit yang bersinar sendiri. Di antara bintang-bintang itu, yang paling dekat dengan planet kita adalah matahari dengan jarak ± 500 tahun cahaya. Sedang bintang yang terdekat berikutnya berjarak ± 4 tahun cahaya. Energi yang kita dapatkan dari matahari merupakan komponen utama kehidupan. Seandainya jarak antara matahari dan bumi lebih jauh atau lebih dekat dari yang ada sekarang, kehidupan ini akan menjadi demikian sulit dan bahkan hampir mustahil. Di samping itu, besar-kecilnya bintang-bintang itu pun beragam pula. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran lebih kecil. Di antara yang berukuran besar itu adalah matahari yang jaraknya dengan bumi seperti yang ada sekarang. Selain itu, terdapat pula gugusan bintang yang disebut tandan, beredar di luar angkasa dan sesekali melintasi galaksi Bimasakti. Pada saat melintasi Bimasakti itu, apabila secara kebetulan gugusan itu menabrak tata surya kita, maka akan terjadi kehancuran. Begitu juga bila terjadi, umpamanya, suatu bintang mendekati matahari, maka akan merusak keseimbangan dan akhirnya membawa kepada kehancuran juga. Dari itu, tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat dijadikan pelajaran tampak pada alam semesta yang Dia ciptakan dan Dia atur.

إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌۭ كَرِيمٌۭ ﴿77﴾

Quraish Shihab

Aku bersumpah, bahwa ini adalah benar-benar al-Qur'ân yang banyak manfaatnya dan terpelihara di al-Lawh al-Mahfûzh hingga tidak dapat diketahui kecuali oleh para malaikat yang dekat.

فِى كِتَٰبٍۢ مَّكْنُونٍۢ ﴿78﴾

Quraish Shihab

Aku bersumpah, bahwa ini adalah benar-benar al-Qur'ân yang banyak manfaatnya dan terpelihara di al-Lawh al-Mahfûzh hingga tidak dapat diketahui kecuali oleh para malaikat yang dekat.

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ ﴿79﴾

Quraish Shihab

Al-Qur'ân itu tidak disentuh kecuali oleh mereka yang tersucikan dari kotoran dan hadas, diturunkan dari Allah, Tuhan semua makhluk.

تَنزِيلٌۭ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿80﴾

Quraish Shihab

Al-Qur'ân itu tidak disentuh kecuali oleh mereka yang tersucikan dari kotoran dan hadas, diturunkan dari Allah, Tuhan semua makhluk.

أَفَبِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿81﴾

Quraish Shihab

Apakah kalian berpaling dan memandang remeh kedudukan al-Qur'ân yang agung ini?

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿82﴾

Quraish Shihab

Lalu, yang seharusnya mensyukuri rezeki, kalian malah mendustakan al-Qur'ân.

فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ ﴿83﴾

Quraish Shihab

Bukankah ketika nyawa salah seorang di antara kalian telah sampai di kerongkongan, pada saat-saat sekarat, dan pada saat itu kalian sendiri menyaksikannya, sedang Kami lebih dekat dan lebih tahu tentang keadaanya, tetapi kaian tidak mengetahui dan merasakannya?

وَأَنتُمْ حِينَئِذٍۢ تَنظُرُونَ ﴿84﴾

Quraish Shihab

Bukankah ketika nyawa salah seorang di antara kalian telah sampai di kerongkongan, pada saat-saat sekarat, dan pada saat itu kalian sendiri menyaksikannya, sedang Kami lebih dekat dan lebih tahu tentang keadaanya, tetapi kaian tidak mengetahui dan merasakannya?

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿85﴾

Quraish Shihab

Bukankah ketika nyawa salah seorang di antara kalian telah sampai di kerongkongan, pada saat-saat sekarat, dan pada saat itu kalian sendiri menyaksikannya, sedang Kami lebih dekat dan lebih tahu tentang keadaanya, tetapi kaian tidak mengetahui dan merasakannya?

فَلَوْلَآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿86﴾

Quraish Shihab

Jika kalian tidak tunduk di bawah ketuhanan Kami, mengapa tidak kalian kembalikan saja nyawa itu, jika pernyataan kalian bahwa kalian memiliki kekuatan yang tidak tertundukkan itu memang benar?

تَرْجِعُونَهَآ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ﴿87﴾

Quraish Shihab

Jika kalian tidak tunduk di bawah ketuhanan Kami, mengapa tidak kalian kembalikan saja nyawa itu, jika pernyataan kalian bahwa kalian memiliki kekuatan yang tidak tertundukkan itu memang benar?

فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ ﴿88﴾

Quraish Shihab

Kalau orang yang mati itu berasal dari golongan yang paling dahulu beriman dan didekatkan kepada Allah, maka kesudahannya adalah kenyamanan, kasih sayang, rezeki yang baik, dan surga yang berisikan kesenangan.

فَرَوْحٌۭ وَرَيْحَانٌۭ وَجَنَّتُ نَعِيمٍۢ ﴿89﴾

Quraish Shihab

Kalau orang yang mati itu berasal dari golongan yang paling dahulu beriman dan didekatkan kepada Allah, maka kesudahannya adalah kenyamanan, kasih sayang, rezeki yang baik, dan surga yang berisikan kesenangan.

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلْيَمِينِ ﴿90﴾

Quraish Shihab

Jika orang itu berasal dari golongan kanan, maka ia akan disambut dengan salam kehormatan, "Salam sejahtera untukmu dari saudara-saudaramu di golongan kanan."

فَسَلَٰمٌۭ لَّكَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلْيَمِينِ ﴿91﴾

Quraish Shihab

Jika orang itu berasal dari golongan kanan, maka ia akan disambut dengan salam kehormatan, "Salam sejahtera untukmu dari saudara-saudaramu di golongan kanan."

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿92﴾

Quraish Shihab

Dan jika orang itu berasal dari golongan kiri yang pendusta dan sesat, maka ia akan mendapatkan tempat tinggal dan kampung yang dilengkapi dengan air yang sangat panas, dan akan dibakar dengan api yang sangat berkobar.

فَنُزُلٌۭ مِّنْ حَمِيمٍۢ ﴿93﴾

Quraish Shihab

Dan jika orang itu berasal dari golongan kiri yang pendusta dan sesat, maka ia akan mendapatkan tempat tinggal dan kampung yang dilengkapi dengan air yang sangat panas, dan akan dibakar dengan api yang sangat berkobar.

وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ﴿94﴾

Quraish Shihab

Dan jika orang itu berasal dari golongan kiri yang pendusta dan sesat, maka ia akan mendapatkan tempat tinggal dan kampung yang dilengkapi dengan air yang sangat panas, dan akan dibakar dengan api yang sangat berkobar.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ ﴿95﴾

Quraish Shihab

Yang tersebut dalam surat yang mulia ini adalah benar-benar suatu keyakinan yang tidak mengandung keraguan.

فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ ﴿96﴾

Quraish Shihab

Maka bertasbihlah selalu dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung untuk menyucikan dan bersyukur atas karunia-karunia-Nya.

Quran recitationReady
Open audio